Forum Curhat Masyarakat


    Menulis dan Gangguan Jiwa

    Share

    jad1k45

    Posts : 1
    Join date : 2010-04-07

    Menulis dan Gangguan Jiwa

    Post  jad1k45 on Wed Apr 07, 2010 7:13 am

    Ada satu penelitian di Amerika, pada karyawan setelah dilakukan PHK massal. Para korban PHK massal ini, dibagi 3 kelompok. A: Diberi tugas untuk menulis tentang kemarahan pada perusahaan tempat ia bekerja, atau "curhat". B: Ditugasi menulis, tapi bukan tentang "curhat" pada perusahaan. C: Tidak ditugasi menulis.
    Kemudian, hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Diteliti setelah 180 hari (6 bulan). Hasilnya ajaib, 75 persen kelompok A sudah bekerja lagi di perusahaan baru. 40 persen kelompok B sudah bekerja di perusahaan baru, dan hanya 10% dari kelompok C yang mendapat pekerjaan baru. Ternyata kesimpulannya sungguh ajaib. Pada kelompok A, karena ditugasi menulis, akhirnya semua gundah gulana, amarah, angkara murka, resah gelisah, makan tak enak, tidur pun tiada nyenyak, tersembuhkan dengan menulis. Karena "sampah pikiran" sudah dibuang melalui pena, maka kelompok A bisa berpikir secara jernih, sehingga bisa mendapat pekerjaan baru. Itulah yang saya lakukan selama 11 tahun terakhir. Saya menulis, menulis, menulis, dan menulis. Ketika sedang marah dengan Tuan X,Y,Z ataupun pada keadaan saat ini, saya menulis. Seminggu kemudian tulisan itu saya baca, saya tertawa sendiri, sambil berkata: Terima kasih Tuhan, saya tidak melampiaskan amarah saya pada X, Y, Z. Jadi, siapa pun Anda, selama masih bisa membaca tulisan iseng ini, dan masih bisa memegang rokok atau mengganti saluran TV, menulislah. Harga sebatang pena dan sebiji buku sejumlah 40 lembar lebih murah dari sebungkus rokok yang merupakan pintu masuk narkoba (100 persen pengguna narkoba kabarnya adalah perokok). Mulailah menulis dari sekarang. Anggaplah buku sahabat sejati yang bisa menyimpan rahasia terdalam. Menulislah, seolah sedang bercakap-cakap. Saya anjurkan menulis setiap hari 10 menit. Apa pun yang Anda benci atau inginkan. Tulis, tulis, tulis, jangan pusingkan pilihan kata, tanda baca, warna tulisan karena ini bukan pelajaran bahasa yang harus sempurna, yang harus menurut aturan baku, tapi saat ini Anda menulis karena ingin menyembuhkan sakit jiwa anda. Maka Anda akan terkejut betapa diri Anda bisa berubah menjadi lebih baik.
    Siapa tahu, tulisan Anda bisa diterbitkan dan dibuat film.
    Selamat menulis, sampai pena dan kertas habis, kemudian cari kertas bekas lagi untuk menulis, walaupun sambil menangis, walaupun mungkin Anda bukan artis, selama umur kita belum habis, tetaplah menulis.
    Semoga tulisan iseng ini makin menyemangati pembaca yang diberkati Tuhan untuk menulis. study

      Current date/time is Thu Dec 08, 2016 9:06 am