Forum Curhat Masyarakat


    Jangan Aji Mumpung

    Share

    4asdi

    Posts : 1
    Join date : 2010-04-06

    Jangan Aji Mumpung

    Post  4asdi on Tue Apr 06, 2010 11:29 pm

    Kita sering mendengar ungkapan (bahasa Jawa) aji mumpung. Kalau kita lihat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, aji berarti berharga sekali dan dianggap bertuah, tidak ternilai kehormatan dan kedudukannya, sehingga orang merasa wajib mengagungkan dan menghormati. Sedangkan mumpung berarti selagi, kebetulan atau senyampang.

    Senada dengan itu Prof Soedjarwo mengatakan, aji berarti berharga mahal atau `'sangat berharga''. Diaji-aji berarti dihormati, dipundi-pundi, dipuja-puja. Sedangkan mumpung menunjukkan adanya kesadaran akan waktu, kesempatan yang telah lewat tidak bakal kembali lagi. Kadang kala bahkan sering kali orang beranggapan bahwa kata `'mumpung'' itu kurang baik, misalnya mumpung menjabat, mumpung jadi anggota DPR, mumpung berkuasa, dan lainnya. Semua itu sangat tergantung pada subyek (orangnya). Bisa saja seseorang memangku jabatan, apakah bupati, anggota DPR, gubernur, tetapi mereka itu pribadi-pribadi yang amanah, jujur, melaksanakan tugas dengan baik, tanpa pamrih, semuanya demi kepentingan masyarakat. Jadi mumpung di sini merupakan kesempatan untuk beramal dan mengabdi.

    Akan terasa sekali bedanya apabila kata mumpung itu ditambah aji di depannya atau menjadi aji mumpung. Benar kiranya apa yang disampaikan Prof Soedjarwo bahwa, aji mumpung hanya memburu keuntungan pribadi, keluarga atau golongan, dengan merugikan kepentingan umum, negara dan masyarakat. Aji mumpung bisa menjadi sumber korupsi (kumpulan tulisan dalam Blencong).

    Pada waktu kampanye untuk merebut jabatan, ya jabatan apa saja, orang banyak yang mengatakan jabatan itu amanah. Maka ia akan memegang dan melaksanakan amanah tersebut sebaik-baiknya, akan bekerja keras dengan ikhlas untuk kesejahteraan masyarakat. Tetapi bagaimana setelah mereka menjabat? Apakah ingat janji-janji waktu kampanye? Banyak (oknum) setelah menduduki jabatan lupa janji, sebaliknya disadari atau tidak yang terpikir dalam benaknya adalah aji mumpung. Ya... akhirnya penyelewengan, korupsi....

    Korupsi adalah kejahatan yang luar biasa jahatnya. Kita merasa sedih dan prihatin, berdasarkan suatu survei tahun 2010 yang diselenggarakan oleh salah satu lembaga survei terakurat, menyatakan Indonesia memperoleh nilai 9,07 dan mendapat peringkat negara terkorup. Hal ini mengindikasikan tingkat korupsi makin parah. Sebab setahun lalu, nilai Indonesia hanya 7,69. NIlai tertinggi dalam indeks negara paling korup itu adalah 10 poin (di Asia Pasifik). Siapa yang korupsi itu? Tentu saja bukan tukang becak, tukang tambal ban, tukang sapu. Yang korupsi ya... orang (oknum) pejabat.

    Salah satu cara/upaya agar negara yang berdasar Pancasila ini tidak menjadi terkorup, para pejabat, pemegang kekuasaan di tingkatan manapun jangan `'aji mumpung''.
    Di samping itu tentu saja KPK hendaklah terus kerja keras memburu para koruptor, apa pun tantangan dan rintangan yang menghadang. Hanya kepada engkau (KPK) masyarakat menaruh harapan.

      Current date/time is Thu Dec 08, 2016 9:07 am